Kpopers Yang Gagal Ke Korea

Rabu, Juni 21, 2017


Jadi nih aku mau curhat dan sedikit sharing ke kalian yang pingin liburan ke luar negeri. Aku punya cerita tentang rencana aku mau ke korea dan alasan kenapa gagal.
Semua ini berawal dari sekitar bulan desember tahun 2016, saat itu aku dan abang diskusi nanti abis nikah pingin buat rencana buat honeymoon kemana gitu. Dan akhirnya setelah merayu-rayu kepada abang yang hatinya sungguh amat lembut, kita sepakat buat pergi ke korea. Dari situ aku mulai hunting tiket di traveloka, setelah menguatkan hati untuk melihat, ternyata  seperti dugaan harga tiket pesawatnya lumayan (oke, ngga lumayan sebenernya) mahal. Tiket PP jakarta-korea menyentuh angka 7-8 juta per orang gaes, aku merasa hopeless. Hingga suatu hari aku di rekomendasiin temen aku beberapa agen travel promo, aku pantengin lah semuanya lewat instagram berharap ada promo ke korea di bulan september atau oktober. Akhirnya doa kita terkabulkan, di bulan januari traveliaa ngasih tau kalo Air Asia lagi ngeluarin promo. Setelah tanya ini-itu ke admin dan bilang ke abang, akhirnya kita beli tiket malaysia-korea PP untuk dua orang seharga 6 juga, termasuk tambahan bagasi 30 kg. 

Awalnya seneng banget udah bisa beli tiket ke korea, apalagi waktu nerima travel itinerarynya, rasanya kaya lega akhirnya keinginan jalan-jalan ke negara para oppa kesampean juga. Tapi ternyata ekspektasi ngga selalu berjalan sesuai rencana.



Memasuki bulan april aku mulai ragu-ragu buat jadiin berangkat atau ngga.

Faktor pertama karena waktu itu cuti aku udah mepet banget, aku ngga mau habisin semua cuti aku di tahun ini. Aku udah ambil cuti di bulan maret untuk liburan ke bali. Terus aku juga cuti untuk lebaran. Belum buat acara nikah nanti, banyak cuti yang pasti akan terpakai.

Faktor kedua, aku juga ngga yakin seandainya aku nekat ngabisin sisa cuti, pengajuan cutiku bisa di acc oleh atasan. Pertimbangannya karena di bulan agustus aku udah ambil cuti untuk nikah, trus kalo pas baru masuk langsung ajuin cuti lagi aku jadi ragu-ragu. Dan bodohnya waktu beli tiket aku ngga mikir sejauh ini.

Faktor ketiga, seenggaknya aku butuh biaya kurang lebih 15jt berdua untuk biaya penginapan, transportasi, makan, dan beli oleh-oleh disana. Belum lagi kalau kita khilaf dan kalap belanja, sementara aku punya rencana lain yang pingin aku realisasikan di tahun ini. 

(Baca: My Big Dream On My Twenty)

Itulah ketiga pertimbangan aku untuk memutuskan membatalkan pergi ke korea dan mengikhlaskan uang yang terlanjur terpakai untuk membeli tiket pesawat. Tapi aku ngga nyerah kok, semoga setelah planning aku yang lain mulai berjalan dan aku bisa sukses memanage uang dengan baik, tahun depan aku bisa mewujudkan keinginan untuk pergi ke korea.

Dari curhatku tadi kita bisa menyimpulkan bahwa sebaiknya sebelum merencanakan untuk berlibur ke suatu tempat, lebih baik kita merinci segala biaya yang mungkin kita keluarkan saat di tempat tujuan, kemudian kita bisa membuat perencanaan tabungan atau bekerja sambilan untuk memenuhi kekurangan biaya atas rincian yang telah kita buat sebelumnya sebelum membeli tiket, hal itu ditujukan guna mengantisipasi kita tidak kekurangan biaya saat mendekati hari keberangkatan. Setelah itu pastikan juga tanggal yang akan kita booking benar-benar memungkinkan kita untuk mengambil libur untuk yang telah bekerja, atau tanggal tersebut memang tanggal dimana kalian sedang libur untuk kalian yang masih sekolah maupun kuliah. Hal itu tentunya merupakan poin utama yang akan mempengaruhi keberhasilan perjalanan kita. 

Yak, semoga kalian bisa mengambil hikmah dari ceritaku dan tidak mengalami hal yang serupa, karena sampai saat ini aku juga masih suka sedih karena gagal ke korea.


Dan inilah motivasiku: Semoga aku bisa menjadi bendahara rumah tangga yang baik ketika aku sudah menjadi istri nanti, biar bisa pergi jalan-jalan ke korea. Ciao!

You Might Also Like

0 komentar

I'll be glad if you leave any comment :)

Subscribe