My Big Dream On My Twenty

Sabtu, Juni 10, 2017

Sebenernya udah 4 bulan lebih aku memasuki umur kepala dua, umur dimana kita harus sadar kalo kita udah bukan bocah yang suka pasang status galau di facebook atau BBM demi mendapatkan perhatian dari orang lain. Umur dimana harusnya kita mulai sadar kalo hidup ngga sesimpel pergi sekolah nongkrong di kantin jalan ke mall terus balik lagi. Umur 20 adalah umur-umur riskan kita menentukan dan kita menciptakan gimana hidup kita kedepannya.

Jadi apa yang akan aku lakuin di umur 20 ini?

So, here's my plan.

1. Married


Yep. I will get married. Inshaa Allah.

Sebenernya dulu waktu jaman-jaman masih SMA aku udah punya rencana buat nikah muda, walau dulu belum kepikiran bakal nikah di umur segini, aku emang berencana pengen nikah di usia 22 tahun. Kemudian setelah aku kuliah dimana alhamdulillah aku bisa kuliah di STAN yang hanya memakan waktu 1 tahun, aku mulai memikirkan ulang kapan waktu yang pas untuk  nikah. Waktu itu karena doktrin (yaelah doktrin) temen-temen yang bilang enaknya sebelum nikah ya lanjut kuliah dulu biar ngga males, aku memutuskan untuk menikah di umur 23. Tapi karena sifat aku yang banyak mikir kesana kemari (labil rek), setelah aku lulus dan mulai memasuki masa-masa OJT alias magang, setiap ada pikiran memulai hubungan tuh bawaannya pasti nanya ke si cowok "emang rencananya kapan pengen nikah?". Kebayang ngga cowok umur 20 di tembak pertanyaan begitu sama cewek atau gebetannya? Hahaha. Tapi saat itu aku emang mikir, harusnya ketika cowok ngajak memulai suatu hubungan kan pasti orientasinya ke pernikahan, terus buat apa lama-lama? Belum siap? Kalo belum siap ngapain pacaran. Lagian kesiapan itu tergantung niat kita, karena yang namanya nikah kan mau umur berapa aja semua pasti belum punya pengalaman, ya kecuali kalo kalian nikahnya sama janda atau duda itu beda cerita. Di tambah aku udah kerja, pemikiran buat ngga usah punya hubungan yang kebanyakan drama kaya remaja labil semakin kuat di dalam dada. Hingga akhirnya ketemulah aku sama abangku sekarang, yang menyanggupi keinginanku ketika di bulan-bulan awal kita punya hubungan aku minta buat ke jenjang serius aja. Dan alhamdulillah sampe sekarang aku cocok-cocok aja, ngga perlu bertahun-tahun untuk mengenal dia buat akhirnya berani buat nikah kok, that's depend on yourself. Pertengkaran pasti ada, kembali gimana cara aku dan pasanganku buat menyikapinya.

Ya, itulah gimana pada akhirnya aku memutuskan akan menikah di umurku sekarang ini.

2. Bisnis



Pernah ngga sih kepikiran punya bisnis gitu? Harusnya pernah dong. Walau sekarang statusku sudah PNS pun aku tetep pingin punya bisnis. Bisnis itu adalah cita-citaku, karena aku pengen punya pekerjaan dimana aku menggaji orang bukan aku yang di gaji. Sebenernya cita-cita asliku adalah jadi ibu rumah tangga yang banyak duit, tapi berhubung aku mau realistis mangkanya aku mencoret cita-citaku yang satu itu untuk waktu dekat-dekat ini. XD

Berawal dari kuliah dimana aku pingin investasi sesuatu ketika udah punya penghasilan, dan yang terlintas saat itu adalah aku mau beli sawah. Kenapa sawah? Karena sawah ada hasilnya ketika setiap 3 bulan sekali dipanen, berbeda dengan tanah yang cuma mengandalkan naiknya harga tanah tersebut. Tapi setelah akhirnya aku punya penghasilan, ternyata berat juga buat merealisasikannya. Harga sawah mahal cyin, butuh nabung lama. Disitu juga aku dan abang (alias calon teman hidup, eak) ngobrol tentang bisnis, tentang gimana aku dan dia sama-sama pingin punya bisnis yang tentunya di awali dengan modal kecil-kecilan tapi ngga kecil-kecil banget juga. Akhirnya kita susun bareng-bareng mana aja bisnis yang paling mungkin di jalanin dalam waktu dekat, dan semoga terealisasi secepatnya. Aamiin.

3. Merenovasi Rumah



Ini sebenernya bukan cita-cita aku. Beli rumah adalah cita-cita abang, dia bilang kalo dia pingin banget punya rumah sendiri, apa lagi kalo bisa sebelum nikah. Awalnya aku sendiri bersikeras buat nanti aja beli rumahnya karena kita udah mepet banget tabungannya demi nikah dengan biaya sendiri tanpa merepotkan orang tua (halah), juga karena harga rumah di jakarta yang mahal gila, tanah kecil bangunan minim aja bisa menyentuh harga 1 milyar. Tapi ntah kenapa tiba-tiba aku juga pingin punya rumah sendiri, dan alhamdulillah setelah browsing sana sini kita menemukan rumah di pinggiran jakarta (masih jabodetabek yang penting lol) yang harganya masih lumayan terjangkau dan worth it, akhirnya kita memutuskan untuk membeli dengan sistem KPR dan dengan DP yang terjangkau oleh sisa-sisa tabungan kita. Nah berhubung harga dari rumah yang kita beli ngga segila rumah-rumah yang lain, tentunya tampilannya juga ngga se-wah rumah lain. Karena itu, aku beresolusi di umur 20 (dan seterusnya) aku harus bisa memanage keuangan keluarga aku nanti agar setelah membayar cicilan KPR dan memenuhi kebutuhan rumah tangga pun aku masih bisa kasih space untuk menabung dan sedikit demi sedikit merenovasi rumah kecil aku menjadi rumah idaman aku nanti. Aamiin.

Yep! Itulah rencanaku di umur 20 tahun ini.


Sebenernya masih banyak keinginanku yang lain dari yang butuh budget banyak seperti beli mobil, jalan-jalan ke korea, mantai ke maldives sampe yang ngga butuh banyak budget kaya koleksi case handphone (iya, aku pingin), cuma aku rasa itu mungkin akan aku realisasikan nanti setelah setidaknya 3 hal di atas terealisasi atau setidaknya sudah berjalan, karena menurutku cita-cita juga butuh perencanaan dan prioritas.

Selain dream big kita juga butuh try hard, kan?

Jadi, itu cita-citaku sekarang ini. Semoga kalian yang juga memasuki atau sudah lebih dari umur 20, punya lebih banyak planning dan cita-cita juga usaha untuk membuat hidup lebih baik dan berkualitas kedepannya. Umum 20 adalah waktunya bangun dari mimpi dan melakukan aksi untuk mewujudkannya, kan?

Akhir kata, Cheer Up!


You Might Also Like

0 komentar

I'll be glad if you leave any comment :)

Subscribe