Puisi Tak Seindah Saat Ini

Sabtu, Juni 17, 2017

 source: google



Aku tak tahu lagi caranya menulis puisi.

Dahulu, air mataku berubah menjadi bait-bait yang mengalir lirih.

Satu kata dua kata, tak ada habisnya menjelma dari sepotong pena.

Apa karena saat itu aku sedang patah?

Apa karena aku berdarah-darah?

Mungkin.

Yang pasti, sejak saat itu aku mengubur penaku dalam peti.

Alih-alih berbenah diri.

Aku hanya mencoba melangkah pergi.

Dan pada akhirnya aku disini, dengan sembuh yang pasti.

Tanpa cacat maupun luka aku berdiri.

Terima kasih, karena telah sekuat ini.

Walau akhirnya, penaku tak ada lagi.

Tak apa, puisi tak seindah bahagiaku saat ini.


(Ref - 2017)

You Might Also Like

0 komentar

I'll be glad if you leave any comment :)

Subscribe