Traveling Bagi Aku Itu...

Kamis, Agustus 24, 2017



Siapa di sini yang suka traveling? Udah pernah menjelajah kemana aja?

Sebenernya aku bukan traveler, jarang traveling juga. Bukan juga travel blogger yang rajin kesana-sini dan menuliskan setiap rincian perjalannya di blog. Aku juga bukan anak narsis yang suka nampang di kamera dan bikin vlog. 

Terus kenapa bikin post ini?

Nah, aku bikin postingan ini itu untuk mencurahkan isi pikiran aku tentang bagaimana traveling di mata aku dan akan bagaimana rencana kedepannya aku buat bisa traveling lagi.

Postingan ini bermula dari perjalanan kemarin ke Singapura bersama suami dalam rangka honeymoon. Sebenernya sih ngga honeymoon banget, karena kita cuma pingin main dan jalan-jalan aja disana dari pada cuti kita kebuang sia-sia. But, aku ngga tau aku yang terlalu peka atau gimana sama komen orang yang sepertinya mengisyaratkan kalo aku buang-buang duit doang main ke luar negeri, that's why aku pingin mengeluarkan apa yang aku pikirkan di sini. For you information, aku tuh anaknya sangat peka sama komen orang tapi aku ngga suka berdebat, rasanya kaya pingin mengeluarkan apa yang aku pikirkan tapi aku ngga mau ngomong karena males dan lebih suka diem, itulah kenapa aku lebih suka nulis. Bahkan dengan orang terdekat sekalipun, kadang aku ragu buat curhat tentang hal yang sensitif bagi aku. Bukan karna aku ngga percaya tapi karena aku emang ngga suka ketika nanti ternyata ada perbedaan pendapat haha sungguh tidak demokrasi.

Back to topic, jadi menurut aku traveling itu bukan buang-buang duit, lebih tepatnya kita menyalurkan duit kita, bukan membuangnya. Ketika kamu doyan makan, kamu akan menyalurkan duit kamu ke makanan. Ketika kamu doyan ngikutin fashion, kamu akan menyalurkan duit kamu buat belanja. Ketika kamu doyan koleksi gadget, kamu akan menyalurkan duit kamu buat ngikutin perkembangan gadget yang ngga ada habisnya. Bisa di bilang semua itu tergantung ketertarikan masing-masing individu, kan? Jadi, please jangan judge orang kalo ketertarikan mereka berbeda denganmu karena apa yang membuat mereka bahagia berbeda dengan milikmu, apalagi kalo kamu ngga ambil andil dalam membuat mereka merasa bahagia.

Terus kalo ketertarikan kita butuh banyak duit, kapan investasinya? Kapan mempersiapkan buat masa depannya?

Kalo masalah itu, balik lagi ke masing-masing individu. But I do believe, pasti di luar sana banyak traveler yang udah menjelajah ke berbagai tempat di berbagai negara dan dia tetap punya tabungan untuk investasi masa depannya. Mungkin mereka hanya ngga memperlihatkannya, mungkin mereka ngga seperti sebagian orang yang suka memperlihatkan isi tabungannya, siapa yang tahu?

But don't get me wrong, aku ngga masalah kok sama orang-orang yang suka memperlihatkan kesuksesannya, itu urusan mereka. Tapi terkadang aku justru berterima kasih karena mereka membuatku terus mencari cara buat ngga berdiam diri, buat ngga mudah puas atas apa yang aku miliki sekarang. Mungkin itu kadang membuat iri, tapi bukannya kita bisa mengubah rasa iri kita menjadi motivasi buat menjadi lebih?

Terkesan ngga bersyukur, ya? Aku bisa bilang aku bersyukur, tapi itu hak orang-orang buat menilai. Aku cuma tipikal yang ngga bisa diem dan menikmati aja apa yang ada, aku justru lebih suka coba ini itu walau kadang gagal. Ya, thats me.

By the way, sebelumnya aku belum pernah traveling. Paling main ke beberapa tempat yang deket dari lingkungan tempat tinggal atau kantor, itu aja. Aku ngga pernah bener-bener nyisihin waktu dan uang buat menjelajah ke tempat yang belum pernah aku datangi. Jadi, Singapura adalah pengalaman pertama. Dan pengalaman pertama itu bener-bener nagih, walau masih banyak kekurangannya.

Kadang setiap ngeliat traveler cewek apalagi yang suka solo traveler, aku selalu iri. Kok mereka bisa? Kok mereka berani? Pertanyaan itu selalu aja muncul di kepala aku. Setelah pengelaman kemarin, aku akhirnya tahu kalo pergi ke tempat yang ngga kita kenal ternyata membuat kita dipaksa untuk berani, dipaksa untuk belajar mandiri atau kamu ngga akan bisa kemana-mana. Walau aku akui di perjalanan kemarin aku masih banyak bergantung sama suami, tapi seenggaknya aku banyak belajar dari sana, dan aku pingin jadi lebih berani lagi.

Traveling itu ngga harus keluar negeri, kok. Di dalam negeri juga banyak destinasi apik yang ngga mengecewakan untuk didatengin, apalagi kalo kamu sedang butuh rehat dari penatnya pekerjaan. Cuma, sayangnya banyak destinasi dalam negeri yang lebih memakan biaya buat dikunjungi ketimbang melancong ke negara-negara di Asia Tenggara, terutama destinasi di luar pulau jawa.

Menjadi traveler sendiri bukan cita-cita aku, tapi aku pingin menjelajah ke berbagai tempat sebanyak yang aku bisa. Alhamdulillah suami sependapat, how lucky I am having someone who always support me. Dari perjalanan kemarin aku belajar kalo aku itu tipe traveler yang terperinci. Dari mulai itinerary sampai tempat menginap dan transportasi di tempat tujuan aku susun sendiri. Ntah kenapa aku orangnya suka ngerjain hal-hal yang aku suka sendiri, ribet-ribet sendiri, mikir sendiri, sampe akhirnya suka pusing sendiri haha. Berbeda dengan suami aku yang tipenya lebih ke "go with the flow" aja. Kadang aku suka ngga enak, aku pingin ini itu bawel banget ribet sendiri sampe dia pusing gara-gara aku. Tapi ya, itulah aku. Karena itu perjalanan yang aku inginkan, aku pingin semuanya lancar sesuai rencana aku. Justru kalo ngga terorganisir dan keluar dari anggaran yang udah aku perkirakan, aku suka merasa gagal dalam memanage diri aku.

Kedepannya, apa pingin traveling lagi?

Pasti. Ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri kalo kamu bisa mewujudkan keinginan kamu, kan? Begitu pula dengan aku. That's why aku sedang berusaha memanage diri buat ngga boros lebih keras lagi. Aku tahu, banyak hal lain yang juga penting. Tapi menabung untuk jalan-jalan bukan berarti mengesampingkan menabung untuk hal lain, kan?

Lagian, hey, just do things that will make you feel happy. Feel your happiness by yourself, because other people already have theirs.

Jangan ragu untuk membuat diri kamu sendiri bahagia hanya karena orang lain ngga melakukan hal yang sama. Karena dalam hidup, kebahagiaan lah yang terpenting.

You Might Also Like

0 komentar

I'll be glad if you leave any comment :)

Subscribe